Wednesday, July 2, 2008

sebuah renungan, apakah spesies itu ??????

Hari ini Rabu, 2 Juli 2008, kembali aku bertemu satu orang cerdas lagi, Dr. Robert Moyle dari Kansas University. Udah lama dia riset di daerah Sabah Malaysia, hamper 10 tahun…..(kapan ya gw punya kesempatan yg kayak gitu…riset secara menyeluruh di satu kawasan selama waktu yang panjang….pasti banyak pertanyaan yang bisa di jawab tu…..).
Ada beberapa presentasi Dr. Moyle tadi di gedung Botani Cibinong yang menarik sekaligus menggugah pertanyaan, bahwa sesungguhnya Indonesia (dalam hal ini daerah hutan hujan tropis….) adalah daerah yang amazing banget. Kata orang sih memiliki MEGABIODIVERSITY….terus mengapa hal tersebut debilang hebat ???? baru hari ini gw medapatkan pencerahan kayaknya…..
Jadi begini…..Dr.`Moyle menggambarkannya seperti ini….dimulai dari pertanyaan yang paling mendasar…..
Mengapa daerah Asia Tenggara (khususnya daerah hutan hujan tropis) memiliki keanekaragaman spesias yang tinggi ??????

Dari pertanyaan tersebut bida di breakdown jadi beberapa pertanyaan, seperti
Kapan dan bagaimana terjadi spesifikasi dialam?
Kapan dan bagaimana terjadi perbedaan biogeografi?
Kapan dan bagaimana terjadi coexist di dalam hutan?
Dst…..

Tapi sebelum menjawab semua pertanyaan itu, yang perlu kita jawab adalah

Ada berapa jumlah spesies di alam ini (dalam hal ini karena gw Ornitologist---maka ada berapa jumlah spesies burung di Indonesia) atau bisa kita perluas ada berapa di hutan hujan tropis Asia Tenggara ?????


Itu yang harus kita jawab, jadi ilmu pengetahuan dasar seperti Taksonomi masih harus eksis….sekarang tinggal tool atau alat apa yang akan kita gunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut ??????
Menurut Daftar Burung Indonesia No. 2 yag terbaru dikeluarkan oleh IdOU (Indonesian Ornitologist Union), jumlah spesies burung di Indonesia ada 1598spesies. Bukan tidak mungkin akan membengkak jika penelitian dengan menggunakan molekuler taksonomi semakin intens di bagian bumi sebelah sini ini…..
Pertanyaan saya yang terakhir adalah

Apakah yang dimaksud sebenernya dengan spesies ???? Mengapa saya dikasih nama manusia ?????
Mengapa ???? Apa ?????


akhirnya


akhirnya aku menulis juga..........................setelah sekian lama males..................pengen juga nulis lagi.....

ini sedikit oleh-oleh gw dari Pulau Dua Banten.......

Thursday, January 24, 2008

Menu makan siang hari sabtu


Lagi males banget upload yang bikin pusing euy....Inilah menu kita di kontrakan kalo pas hari sabtu tiba.....Murah....gampang bikinnya....dan sehat karena cuman di rebus......

Friday, September 21, 2007

Bilyard


Salah satu hobi baru....permainan yang asik.....kita jadi bisa mengendalikan bola-bola itu dengan presisi yang sangat tepat....apabila kurang akurat penempatan bola, maka percuma aja main, jadi susah masukin, dan buang-buang pukulan.....jadi dibutuhkan kecermatan, ketepatan dalam mengatur strategi...dan presisi.....

Wednesday, September 19, 2007

Sulawesi Hanging-parrot



Kalo yang ini menurut saya sih Serindit Sulawesi (Loriculus stigmatus), coba liat bercak tenggorokan yang berwarna merah, tunggirnya juga merah tua. Ada tanda merah pada tepi sayap depan dengan paruh berwarna hitam. nah kebetulan yang terfoto oleh kamera saya ini kayaknya yang jantan, dahi dan mahkotanya berwarna merah, irisnya berwarna kuning pucat.
Merupakan burung Endemik di subkawasan Sulawesi, umum menghuni hutan primer dan sekunder, serta kadang terlihat di lahan budidaya. dari permukaan laut sampai ketinggian 1640 m dpl (di Sulawesi Selatan).

Blue-tailed Bee-eater



Menurut saya sih burung ini adalah Kirik-kirik Laut (Merops philippinus), coba liat bagian tenggorokannya tidak ada garis hitam disitu, ekornya biru, perpanjangan ekor lebih lebar dan berujung runcing bila dibandingkan saudaranya kirik-kirik australia.
Burung ini terlihat hampir disemua habitat di daerah Sulawesi Selatan, di padang rumput, lahan budidaya terbuka, sawah, rawa-rawa. Terlihat dari permukaan laut sampai ketinggian 1100 m dpl (kalo menurut Brian J. Coates dan David Bishop, 1997), tapi kemarin saya melihat burung ini di Gunung Lompobattang pada ketinggian 1600 m dpl.

Kesederhanaan pagi


Pagi yang masih berembun itu membawanya untuk segera beranjak bersama temannya yang sangat setia, yang selalu menemaninya, baik susah maupun senang.......
Kawan....kau memang hebat......